بسم الله الرحمن الرحيم
يُؤْتِي الْحِكْمَةَ مَنْ يَشَاءُ وَمَنْ يُؤْتَ الْحِكْمَةَ فَقَدْ أُوتِيَ خَيْرًا كَثِيرًا وَمَا يَذَّكَّرُ إِلا أُولُو الألْبَابِ Allah menganugerahkan al hikmah kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barangsiapa yang dianugerahi hikmah, ia benar-benar telah dianugerahi karunia yang banyak. Dan hanya orang-orang yang berakal-lah yang dapat mengambil pelajaran. [QS. Al-Baqarah : 269]
Minggu, 08 Agustus 2010
Doa Para Akhwat yang sangat merindukan datangnya seorang pendamping....
Untuk Para Akhwat.... mari kita Aminkan Doa ini.......... Untuk Para Ikhwan.... Dengarlah Doa Para Akhwat yang sangat merindukan datangnya seorang pendamping....
Sabtu, 31 Juli 2010
Anjuran Untuk Selalu Mengingat Allah
Hadis riwayat Abu
Hurairah rhadiyallahu'anhu, ia berkata: Rasulullah shalallahu'alaihi wa sallam bersabda: Allah Taala berfirman:
Aku sesuai dengan persangkaan hamba-Ku terhadap-Ku dan Aku selalu bersamanya
ketika dia mengingat-Ku. Apabila dia mengingat-Ku dalam dirinya, maka Aku pun
akan mengingatnya dalam diri-Ku. Ap...abila dia mengingat-Ku dalam suatu jemaah
manusia, maka Aku pun akan mengingatnya dalam suatu kumpulan makhluk yang lebih
baik dari mereka. Apabila dia mendekati-Ku sejengkal, maka Aku akan mendekatinya
sehasta. Apabila dia mendekati-Ku sehasta, maka Aku akan mendekatinya sedepa.
Dan apabila dia datang kepada-Ku dengan berjalan, maka Aku akan datang kepadanya
dengan berlari. [Shahih Muslim No.4832]
Kisah Tiga Orang Bani Israil
Hadist riwayat Abu Hurairah rhadiyallahu'anhu, ia berkata:Bahwa ia mendengar Nabi shalallahu'alaihi wa sallam bersabda: Sungguhnya ada tiga orang Bani Israel, seorang berkulit belang, seorang berkepala botak dan yang lain matanya buta. Allah ingin menguji mereka, maka Dia mengirim malaikat.
Malaikat ini mendatangi orang... yang berkulit belang dan bertanya: Apa yang paling kamu sukai? Orang itu menjawab: Warna (kulit) yang bagus, kulit yang indah dan sembuhnya penyakit yang membuat orang jijik kepadaku. Malaikat tersebut mengusap tubuhnya, maka penyakitnya sembuh dan ia diberi warna yang bagus dan kulit yang indah. Malaikat bertanya lagi: Harta apa yang paling kamu senangi? Orang itu menjawab: Unta. Atau: Ia menjawab: Sapi. (Ishak ragu-ragu tentang itu). Lalu ia diberi unta yang hampir melahirkan lalu malaikat berkata: Semoga Allah memberkahinya untukmu. Kemudian ia mendatangi orang yang botak lalu bertanya: Apa yang paling kamu sukai? Orang itu berkata: Rambut yang indah dan sembuhnya penyakit yang membuat orang jijik kepadaku. Malaikat mengusapnya, maka penyakitnya sembuh dan ia diberi rambut yang indah. Malaikat bertanya lagi: Harta apa yang paling kamu senangi? ia menjawab: Sapi. Maka ia diberi sapi bunting lalu malaikat berkata: Semoga Allah memberkahinya untukmu. Kemudian malaikat mendatangi yang buta, lalu bertanya: Apa yang paling kamu sukai? Ia menjawab: Allah mengembalikan penglihatanku, sehingga aku dapat melihat manusia. Maka Malaikat mengusapnya, sehingga penglihatannya kembali normal. Malaikat itu
bertanya lagi: Harta apa yang paling kamu sukai? Ia menjawab: Kambing. Maka ia diberi kambing yang beranak. Selanjutnya semua binatang yang diberikan itu beranak-pinak sehingga orang yang berpenyakit belang dapat mempunyai unta satu lembah, yang botak mempunyai sapi satu lembah dan yang asalnya buta memiliki kambing satu lembah. Pada suatu ketika malaikat kembali mendatangi orang yang berpenyakit belang dalam bentuk dan cara seperti ia dahulu lalu berkata: Aku orang miskin yang telah terputus seluruh sumber rezeki dalam perjalananku, maka pada hari ini tidak ada lagi pengharapan, kecuali kepada Allah dan kamu. Demi Tuhan yang telah menganugerahimu warna yang bagus, kulit yang indah serta harta
benda, aku minta seekor unta untuk membantuku dalam perjalanan. Orang itu
berkata: Masih banyak sekali hak-hak yang harus kupenuhi. Maka malaikat itu
berkata kepadanya: Aku seperti mengenal kamu, bukankah kamu yang dahulu
berpenyakit kulit belang yang manusia jijik kepadamu, serta yang dahulu fakir
lalu diberi harta oleh Allah? Orang itu berkata: Aku mewarisi harta ini secara
turun-temurun. Malaikat berkata: Kalau kamu berdusta, semoga Allah menjadikan kamu seperti dahulu lagi. Setelah itu malaikat tadi mendatangi orang yang dahulu botak dalam bentuknya seperti dahulu lalu berkata kepadanya seperti apa yang dikatakannya kepada orang yang berkulit belang, dan orang itu menjawabnya seperti jawaban orang yang belang tadi. Maka malaikat berkata: Jika kamu berdusta, semoga Allah menjadikan kamu seperti dahulu lagi. Kemudian sesudah itu malaikat mendatangi orang yang dahulu buta dalam bentuk dan cara seperti dahulu lalu berkata: Aku orang miskin yang mengembara dan telah terputus seluruh sumber rezeki dalam perjalananku, maka pada hari ini tidak ada lagi pengharapan, kecuali kepada Allah dan kamu. Demi Tuhan yang telah memulihkan penglihatanmu, aku minta seekot kambing untuk membantuku dalam perjalanan. Orang itu berkata: Dahulu aku buta, lalu Allah memulihkan penglihatanku, maka ambillah apa yang kamu inginkan dan tinggalkanlah apa yang tidak kamu inginkan. Demi Allah aku tidak akan membebani kamu untuk mengembalikan sesuatu yang telah kamu ambil
untuk Allah. Maka malaikat berkata: Peganglah hartamu itu semua, karena kamu sekalian hanya sekedar diuji, kamu telah diridai Tuhan, sedangkan kedua
sahabatmu telah dimurkai Allah. [Shahih Muslim No.5265]
Dari Abu 'Amr Jarir bin Abdullah rhadiyallahu'anhu, ia berkata : "Suatu siang kami
bersama-sama Rasulullah shalallahu'alaihi wa sallam, tiba-tiba datanglah serombongan orang tak beralas
kaki, berkemul kain wol yang dilubangi pada bagian kepala dan bersenjatakan
pedang. mereka kebanyakan dari suku Mudhar, bahkan semuany...a dari suku Mudhar.
Melihat kemiskinan yang mereka derita, berubahlah wajah Rasulullah shalallahu'alaihi wa sallam, beliau
kemudian masuk rumah dan segera keluar lagi, kemudian menyuruh Bilal
mengumandangkan azan dan ikamah, sesudah menyelesaikan salatnya beliau bersabda
: "Wahai sekalian manusia, bertakwalah kalian kepada Tuhanmu yang telah
menciptakan kamu dari seorang diri, daripadanya Allah menciptakan istri, dan
dari keduanya Allah memperkembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang banyak.
Dan bertakwalah kamu kepada Allah yang dengan mempergunakan nama-Nya, kalian
saling meminta satu sama lain, serta peliharalah hubungan silaturahmi.
Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kalian." Beliau juga
menyampaikan firman Allah yang lain, yang artinya : "Wahai orang-orang yang
beriman, bertakwalah kamu semua kepada Allah dan hendaklah setiap diri
memperhatikan apa yang telah diperbuat untuk hari esok (akhirat)." Seusai
berpidato, ada seseorang yang bersedekah dengan sebagian dinarnya, dirham,
pakaian, satu gantang gandum dan dengan satu gantang kormanya sehingga Jarir
mengatakan : "Bahkan tidak ada yang ingin ketinggalan, sekalipun hanya
bersedekah dengan separuh biji kurma." Kemudian datanglah seorang sahabat Anshar
yang membawa pundi-pundi besar, hampir saja ia tidak kuat untuk mengangkatnya,
yang diikuti oleh para sahabat yang lain. Akhirnya, saya melihat wajah
Rasulullah saw. tampak sangat gembira sehingga berkilauan seperti emas, beliau
kemudian bersabda : "Siapa saja yang pertama memberi contoh perilaku yang baik
dalam Islam, maka ia mendapatkan pahala kebaikannya dan mendapatkan pahala
orang-orang yang meniru perbuatannya itu tanpa dikurangi sedikitpun. Dan siapa
saja yang pertama memberi contoh perilaku yang jelek dalam Islam, maka ia
mendapatkan dosa kejahatan itu dan mendapatkan dosa orang yang meniru
perbuatannya tanpa dikurangi sedikit-sedikitpun."[HR.
Muslim]
(yaitu) orang-orang yang menjadikan agama mereka sebagai main-main dan senda gurau, dan kehidupan dunia telah menipu mereka." Maka pada hari (kiamat) ini, Kami melupakan mereka sebagaimana mereka melupakan pertemuan mereka dengan hari ini, dan (sebagaimana) mereka selalu mengingkari ayat-ayat Kami. [QS. Al A'raaf : 51]
Jangan Sombong
(Kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri,
[QS. Al Hadiid : 23]
Jumat, 30 Juli 2010
Perilaku Yang Diampuni (Hadist Arba'in ke-39)
عَنِ ابْنِ عَبَّاس رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا : أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى الله عليه وسلم قَالَ : إِنَّ اللهَ تَجَاوَزَ لِيْ عَنْ أُمَّتِي : الْخَطَأُ وَالنِّسْيَانُ وَمَا اسْتُكْرِهُوا عَلَيْهِ
[حديث حسن رواه ابن ماجة والبيهقي وغيرهما]
Terjemah hadits / ترجمة الحديث :
Dari Ibnu Abbas radiallahuanhuma : Sesungguhnya Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda : “Sesungguhnya Allah ta’ala memafkan umatku karena aku (disebabkan beberapa hal) : Kesalahan, lupa dan segala sesuatu yang dipaksa“
(Hadits hasan diriwayatkan oleh Ibnu Majah dan Baihaqi dan lainnya)
Pelajaran yang terdapat dalam hadits / الفوائد من الحديث:
1. Allah ta’ala mengutamakan umat ini dengan menghilangkan berbagai kesulitan dan memaafkan dosa kesalahan dan lupa.
2. Sesungguhnya Allah ta’ala tidak menghukum seseorang kecuali jika dia sengaja berbuat maksiat dan hatinya telah berniat untuk melakukan penyimpangan dan meninggalkan kewajiban dengan sukarela .
3. Manfaat adanya kewajiban adalah untuk mengetahui siapa yang ta’at dan siapa yang membangkang.
4. Ada beberapa perkara yang tidak begitu saja dimaafkan. Misalnya seseorang melihat najis di bajunya akan tetapi dia mengabaikan untuk menghilangkannya segera, kemudian dia shalat dengannya karena lupa, maka wajib baginya mengqhada shalat tersebut. Contoh seperti itu banyak terdapat dalam kitab-kitab fiqh.